Netanyahu Tolak Kesepakatan Gaza, Ogah Setop Serangan-Tarik Pasukan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak kesepakatan gencatan senjata Gaza terbaru yang diusulkan Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump. Dalam pertemuan dengan utusan Dewan Perdamaian, Nickolay Mladenov, pada 3 Agustus 2026, Netanyahu menyatakan Israel tidak akan menghentikan serangan militer dan tidak akan menarik pasukannya dari posisi-posisi yang dikuasai di Jalur Gaza. Netanyahu beralasan Hamas masih terus membangun kembali kemampuan militernya dan menjadi ancaman langsung bagi Israel.
Sebelumnya, pada 31 Juli 2026, Dewan Perdamaian dan Trump mengumumkan kesepakatan tahapan berikutnya gencatan senjata Gaza yang telah disetujui Hamas. Kesepakatan itu mencakup roadmap keamanan, administrasi, dan transisi di Gaza, termasuk perlucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel secara bertahap. Namun, militer Israel bersikeras mempertahankan kebebasan operasional penuh di Gaza dan menetapkan tiga garis merah, termasuk penolakan terhadap penarikan pasukan parsial kecuali Hamas dilucuti senjata sepenuhnya. Para pejabat senior Israel dijadwalkan memaparkan tuntutan tersebut dalam pembicaraan dengan Kepala Staf Eyal Zamir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 20.30
Warga Gaza Gelar Pemakaman Massal 112 Orang yang Tewas Diserang Israel pada 2023
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 03.30
Mengapa Israel Tidak Senang dengan Kesepakatan Perlucutan Senjata Hamas?
Berita terkait
Mesir dkk Kutuk Serangan Terbaru Israel di Gaza: Pelanggaran!
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 05.14
Menantu Trump Akan Bertemu Netanyahu Usai Pertemuan dengan Hamas
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.38
Langkah Langka AS, Jared Kushner Temui Petinggi Hamas di Mesir
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.43
Mesir & AS Desak Pelaksanaan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 09.45