Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ngeri! Kiamat Pangan Hantam Eropa, Kerugian Tembus Rp3.734 T

Uni Eropa tengah menghadapi ancaman krisis pangan akibat gelombang panas ekstrem selama musim panas 2026. Layanan Perubahan Iklim Copernicus mencatat bahwa bulan Juni dan Juli merupakan rekor terpanas dalam sejarah Eropa Barat, dengan risiko panas masih terus hingga September. Krisis ini menyebar ke sektor pertanian utama, termasuk Prancis yang kehilangan cadaran air tanah hingga 40% untuk kacang polong, 60% untuk brokoli, dan hingga 100% untuk artichoke. Di Italia, sawah padi di wilayah utara hancur akibat kekeringan, sementara di Jerman produksi biji-bijij turun hingga 7% atau 3,3 juta ton. Spanyol dan Polandia juga melaporkan penurunan hasil panen signifikan, dengan Polandia diprediksi semakin bergantung pada impor pangan.

Berita terkait