Ngeri! Kiamat Pangan Hantam Eropa, Kerugian Tembus Rp3.734 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Uni Eropa tengah menghadapi ancaman krisis pangan akibat gelombang panas ekstrem selama musim panas 2026. Layanan Perubahan Iklim Copernicus mencatat bahwa bulan Juni dan Juli merupakan rekor terpanas dalam sejarah Eropa Barat, dengan risiko panas masih terus hingga September. Krisis ini menyebar ke sektor pertanian utama, termasuk Prancis yang kehilangan cadaran air tanah hingga 40% untuk kacang polong, 60% untuk brokoli, dan hingga 100% untuk artichoke. Di Italia, sawah padi di wilayah utara hancur akibat kekeringan, sementara di Jerman produksi biji-bijij turun hingga 7% atau 3,3 juta ton. Spanyol dan Polandia juga melaporkan penurunan hasil panen signifikan, dengan Polandia diprediksi semakin bergantung pada impor pangan.
Bagikan
Berita terkait
Kerugian Prancis akibat gelombang panas bisa capai 15 miliar euro
ANTARA News · 13 Agustus 2026 pukul 12.20
Kerugian Prancis Akibat Gelombang Panas Diperkirakan Capai 15 Miliar Euro
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 03.03
Musim Hujan Diprediksi Mundur ke Januari 2026, Petani Diminta Waspadai Dampak El Nino Kuat
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 14.47
Gelombang Panas Bisa Gerus Ekonomi Eropa hingga Rp3.700 T
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 19.22