Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Nilai, Kebijakan, dan Kolaborasi untuk Penguatan Keluarga

Pusat Belajar Keluarga Madani (PBKM) menyelenggarakan Konferensi Tingkat Asia Pasifik di Jakarta pada 12 September 2026 dengan tema “Resiliensi Keluarga dan Kemajuannegaraan: Menguatkan Peran dan Kepemimpinan Perempuan di Asia Pasifik”. Konferensi ini hadiri peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura, serta fokus pada pentingnya keluarga sebagai fondasi sosial dan peran perempuan sebagai pendidik pertama anak. Nilai keagamaan yang damai—Islam, Kristen, Hindu, Buddha, hingga Konfusianisme—dijadikan landasan moral untuk menghadapi modernisasi.

Dalam diskusi panel, para pakar menyoroti ancaman internal terhadap struktur keluarga. Prof. Dr. Ir. Luluk Setyaningsih menunjukkan tingginya angka perceraian, terutama cerai gugat, serta masalah kesehatan mental yang mempengaruhi satu dari tiga orang, termasuk di lingkungan sekolah Islam. Prof. Dr. Heru Susetyo menambahkan bahwa pernikahan semakin dianggap sekadar pilihan, sehingga ikatannya mudah terurai, dan anak-anak cenderung mencari ketenangan sendiri di luar keluarga dan nilai agama.

Konferensi juga menekankan perlunya pendekatan psikologis dalam penanganan masalah di sekolah dan pesantren, bukan hanya pendekatan agama. Hasil akhir yang diharapkan adalah integrasi nilai keagamaan moderat sebagai fondasi peran perempuan di ruang publik dan domestik, serta kolaborasi lintas sektor—pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan komunitas lokal—sejak perencanaan kebijakan agar lebih berpihak pada kesejahteraan keluarga.

Berita terkait