Keragaman Budaya Asia Pasifik Perkuat Ketahanan Keluarga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konferensi Keluarga Asia Pasifik di Jakarta menekankan peran ketahanan keluarga sebagai fondasi bangsa, dengan partisipasi pakar dari Brunei, Tailan, Malaysia, dan Indonesia. Sesi diskusi Komisi 8 membahas kebijakan efektif yang memperkuat struktur keluarga dan peran perempuan. Brunei menonjolkan model pendidikan perempuan berbasis nilai Islam, termasuk wajib pendidikan agama tujuh tahun sejak 2013, yang kini diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah formal. Tailan fokus pada perlindungan kesehatan melalui sistem perlindungan kesehatan sejagat (UHC) dan kerangka hukum perlindungan anak serta hak ibu, seperti cuti bersalin dan bantuan untuk keluarga berpendapatan rendah. Malaysia mengadopsi pendekatan inklusif dengan menggabungkan nilai Islam, Hindu, dan Buddha dalam kebijakan nasional melalui konsep "KASIH" (Kasih sayang, Akhlak, Sehat dan selamat, Ilmu, dan Harmoni). Indonesia menekankan kolaborasi berbasis komunitas melalui organisasi perempuan seperti KOWANI, BMIWI, PKK, dan Posyandu, serta pentingnya sinergi antara negara, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat luas. Para panelis sepakat bahwa perempuan sebagai pemimpin kunci untuk kemajuan bangsa dan kebijakan ramah keluarga, sambil mendorong ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan menemukan potensi terbaiknya.
Bagikan
Berita terkait
PBKM Gelar Konferensi Asia Pasifik Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 10.53
Kepemimpinan Perempuan di Ruang Publik: Investasi Kesejahteraan Keluarga Asia Pasifik
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 11.11
Konferensi Keluarga Asia Pasifik 2026: Perkuat Peran Perempuan dan Resiliensi Bangsa
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 19.58
Ruang Raya 2026 Jadi Wadah UMKM dan Kreativitas Lokal
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 17.42