Nuklir Minggir! India Kejar Status Baru "Superpower Stroberi"
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

India berambisi menjadi produsen stroberi terkemuka dunia, menantang dominasi Amerika Serikat dan Eropa. Saat ini 85% budidaya stroberi India terpusat di kawasan pegunungan Mahabaleshwar, Maharashtra, pada ketinggian lebih dari 1.000 meter dengan musim tanam November hingga Maret. Namun industri ini masih bergantung pada bibit impor dari AS, Italia, dan Spanyol karena belum ada varietas lokal unggulan. Biaya bibit mencapai sekitar US$2.500 per tahun untuk kebun kecil, dan risiko kerugian akibat cuaca buruk sangat tinggi.
Mahatma Phule Krishi Vidyapeeth (MPKV) bekerja sama dengan Bhabha Atomic Research Centre (BARC) mengembangkan varietas stroberi lokal pertama menggunakan radiasi gamma dosis rendah untuk memicu mutasi genetik. Proses ini diperkirakan memakan waktu 10-15 tahun. Sambil menunggu, sejumlah petani mengadopsi teknologi modern. Berry Fresh Agrotech menggunakan hidroponik dan polyhouse sehingga produksi stroberi bisa dilakukan sepanjang tahun dengan pengujian 19 varietas dari berbagai negara. Petani lain memanfaatkan menara pemantau cuaca berbasis AI dan pertanian vertikal yang mampu meningkatkan kapasitas produksi lima kali lipat tanpa menambah lahan.
Bagikan
Berita terkait
Bukan Cuma Produksi, Kemenko Pangan Ungkap 4 Kunci Ketahanan Pangan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 18.06
Harga Cabai Rawit Merah Bisa Tembus Rp 120 Ribu/Kg, Ini Alasannya
Detik.com · 21 September 2026 pukul 05.55
DPRD Jateng Dorong Revolusi Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.16
Bukan Cuma AI, Transformasi Digital Juga Menyasar Bisnis Agrikultur Tradisional
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31