Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nurdini Prihastiti Berdayakan Difabel Lewat Dama Kara hingga ke Mancanegara

Penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi keterbatasan dalam mendapatkan kesempatan untuk berkarya dan menunjukkan potensi. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dari sekitar 17 juta penyandang disabilitas usia produktif hanya mencapai 20,14 persen pada 2025. Padahal, banyak dari mereka memiliki kreativitas dan kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi karya bernilai ekonomi.

Nurdini Prihastiti, pendiri sekaligus CEO Dama Kara Foundation, membuka peluang tersebut melalui Dama Kara, jenama fesyen yang melibatkan penyandang disabilitas dalam proses kreatifnya. Ia mendampingi mereka menuangkan imajinasi ke dalam karya seni yang kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk fesyen. Dini berkomitmen menjadikan Dama Kara sebagai wadah bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan merangkul mereka, karena percaya bahwa sejatinya berkarya tidak mengenal keterbatasan.

Perjalanan Dini membangun bisnis berdampak sosial tidak terjadi dalam semalam. Selepas menyelesaikan studi S1 Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat di Institut Pertanian Bogor (IPB), ia sempat bekerja di sebuah perusahaan nasional. Kariernya berjalan baik, tetapi Dini merasa ingin memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Berita terkait