Nurul Arifin Tegaskan Ruang Digital Bukan Tempat Mengeksploitasi Orang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, mendukung langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menegaskan pentingnya perlindungan privasi masyarakat di ruang digital. Dukungan ini disampaikan menyusul polemik konten influencer Emanuel Bryan atau Bryan Ebem yang merekam seorang usher dengan candid camera tanpa persetujuan pada acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Nurul Arifin menekankan bahwa ruang digital bukan ruang tanpa aturan, di mana kebebasan berekspresi harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak privasi, martabat, dan rasa aman setiap warga negara.
Dalam pernyataannya pada Kamis, 6 Agustus 2026, Nurul Arifin menilai bahwa kreativitas tidak boleh dibangun di atas eksploitasi orang lain yang tidak memberikan persetujuan. Ia menambahkan bahwa pernyataan Komdigi merupakan pengingat penting bagi setiap pengguna media sosial, termasuk influencer dan kreator konten, untuk memiliki tanggung jawab hukum dan moral atas materi yang dipublikasikan. Nurul Arifin mendukung penuh upaya Komdigi dalam membangun ekosistem digital yang sehat, dengan perlindungan data pribadi dan etika digital sebagai fondasi penting demi keamanan seluruh masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Tinjau NTT, Satgas Galapana DPR Atensi Kebutuhan Dasar hingga Huntap Korban Gempa
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 23.43
DPR Minta di Masa Tanggap Darurat Gempa NTT Satu Komando: Tidak Ada Ego Sektoral
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 23.08
Ada Area Khusus Demonstrasi di Gedung DPR IKN, Bisa Tampung 800 Orang
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 20.54
Gempa M 7,7 Guncang NTT, Anggota DPR Desak Pemerintah Percepat Penanganan
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 20.15