Nvidia Akuisisi Hugging Face Perkuat Ekosistem AI Terbuka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nvidia secara resmi mengakuisisi Hugging Face, platform kolaborasi AI terkemuka, dengan nilai US$13 miliar (sekitar Rp229 triliun). Langkah ini menandai strategi Nvidia untuk memperkuat ekosistem AI open-weight yang dapat diunduh dan dimodifikasi oleh siapa saja, sekaligus menantang dominasi model AI tertutup milik OpenAI dan Anthropic. Dengan lebih dari 18 juta pengembang aktif di platform Hugging Face, akuisisi ini diharapkan mempercepat pertumbuhan agentic AI dan memastikan masa depan kecerdasan buatan tetap inklusif.
Hugging Face didirikan pada 2016 oleh tiga pemuda Prancis, Clément Delangue, Julien Chaumond, dan Thomas Wolf, awalnya sebagai pengembang chatbot serbaguna. Pivotal change terjadi pada 2018 ketika Google merilis teknologi transformer, yang kemudian dibuat menjadi versi open-source oleh Thomas Wolf dalam waktu singkat. Perusahaan beralih fokus menjadi platform berbagi model AI, mirip dengan peran GitHub bagi pengembang perangkat lunak.
CEO Hugging Face, Clément Delangue, mendekati Nvidia pada musim panas lalu untuk menjajaki kesepakatan ini, dengan visi memperluas dukungan pada AI sumber terbuka. Insiden keamanan pada Juli lalu, di mana Hugging Face menjadi korban serangan siber dari agen AI otonom, memperkuat argumen pentingnya model terbuka untuk keperluan keamanan siber. Delangue juga menyoroti dominasi Tiongkok dalam model AI terbuka dan berpotensi mengungguli AS pada 2025.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 September 2026 pukul 16.00
Dibeli Nvidia Rp 227 Triliun, Pendiri Hugging Face Kantongi Duit Fantastis
kumparan · 4 September 2026 pukul 14.21
Nvidia Akuisisi Hugging Face Rp 228 T, Platform yang Pernah Dibobol AI OpenAI
Berita terkait
Nvidia Siap Akuisisi Hugging Face
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 15.00
Nvidia Bakal Caplok Hugging Face Senilai Rp 200 Triliun
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.30
Brasil Gandeng Huawei dan Nvidia untuk Perkuat Infrastruktur AI
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 12.15
Produk Gratisan China Jauh Lebih Canggih, Buatan Amerika Ditinggal
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 07.45