Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Nvidia Akuisisi Hugging Face Perkuat Ekosistem AI Terbuka

Nvidia secara resmi mengakuisisi Hugging Face, platform kolaborasi AI terkemuka, dengan nilai US$13 miliar (sekitar Rp229 triliun). Langkah ini menandai strategi Nvidia untuk memperkuat ekosistem AI open-weight yang dapat diunduh dan dimodifikasi oleh siapa saja, sekaligus menantang dominasi model AI tertutup milik OpenAI dan Anthropic. Dengan lebih dari 18 juta pengembang aktif di platform Hugging Face, akuisisi ini diharapkan mempercepat pertumbuhan agentic AI dan memastikan masa depan kecerdasan buatan tetap inklusif.

Hugging Face didirikan pada 2016 oleh tiga pemuda Prancis, Clément Delangue, Julien Chaumond, dan Thomas Wolf, awalnya sebagai pengembang chatbot serbaguna. Pivotal change terjadi pada 2018 ketika Google merilis teknologi transformer, yang kemudian dibuat menjadi versi open-source oleh Thomas Wolf dalam waktu singkat. Perusahaan beralih fokus menjadi platform berbagi model AI, mirip dengan peran GitHub bagi pengembang perangkat lunak.

CEO Hugging Face, Clément Delangue, mendekati Nvidia pada musim panas lalu untuk menjajaki kesepakatan ini, dengan visi memperluas dukungan pada AI sumber terbuka. Insiden keamanan pada Juli lalu, di mana Hugging Face menjadi korban serangan siber dari agen AI otonom, memperkuat argumen pentingnya model terbuka untuk keperluan keamanan siber. Delangue juga menyoroti dominasi Tiongkok dalam model AI terbuka dan berpotensi mengungguli AS pada 2025.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait