Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

NYT Sebut OpenAI dan Microsoft Lakukan Pencurian Konten Berita Terbesar dalam Sejarah

New York Times (NYT) mengajukan gugatan hukum terhadap OpenAI dan Microsoft di pengadilan federal New York atas dugaan pencurian konten berita untuk melatih model kecerdasan buatan (AI). Menurut dokumen pengadilan yang baru dibuka, OpenAI diduga mengambil lebih dari 10 juta artikel berita tanpa izin, dengan sekitar sepertiga di antaranya berasal dari NYT. Brent Hecht, Director of Applied Science Microsoft, dilaporkan menyebut praktik ini sebagai "pencurian luar biasa dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan berpotensi menjadi "pencurian tenaga kerja terbesar dalam sejarah manusia." Hecht juga diduga memperingatkan adanya kemungkinan "penutupan secara tidak sengaja" dalam upaya OpenAI mengidentifikasi sumber konten di dalam sistem mereka.

Sejumlah media lain telah bergabung dalam gugatan ini, termasuk Ziff Davis (pemilik CNET), induk perusahaan majalah Mother Jones, situs berita investigasi The Intercept, serta beberapa surat koran lokal di Amerika Serikat. Para penggugat meminta ganti rugi atas setiap artikel yang diduga dicuri dan digunakan oleh model OpenAI, meskipun total nilai ganti rugi yang dituntut belum ditentukan. Untuk mengatasi kekhawatiran penurunan lalu lintas situs berita, OpenAI mulai menyertakan kutipan dan tautan sumber dalam respons pengguna, namun langkah ini dinilai tidak efektif karena pengguna jarang mengklik tautan tersebut.

Di sisi lain, OpenAI dan Microsoft membantah tuduhan tersebut dengan mengklaim penggunaan konten bersifat transformatif dan dilindungi oleh doktrin penggunaan yang adil (fair use). Pemerintah AS melalui Departemen Kehakiman juga mendukung posisi kedua perusahaan dengan menekankan argumen tentang kemajuan ilmiah, pertumbuhan ekonomi, dan keamanan nasional. Para penggugat telah mengajukan permohonan putusan sela (summary judgement), dan jika dikabulkan oleh Hakim Distrik US Sidney Stein, kasus ini dapat diselesaikan tanpa persidangan penuh. Namun, putusan diperkirakan baru akan keluar pada tahun 2027.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait