Obat Eksperimental Diranersen Janjikan Harapan Baru untuk Pasien Alzheimer Tahap Awal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian terbaru menunjukkan obat eksperimental diranersen berpotensi memperlambat penurunan kemampuan kognitif pada pasien Alzheimer tahap awal. Uji klinis fase 2 bernama CELIA melibatkan 416 peserta dan disampaikan pada konferensi AAIC 2026 di London. Diranersen dirancang untuk menurunkan produksi protein tau, yang berperan dalam pembentukan tau tangles pada otak pasien Alzheimer. Hasil menunjukkan manfaat klinis pada berbagai dosis, dengan efek terkuat pada dosis 60 mg dibandingkan plasebo. Biomarker juga mengindikasikan penurunan protein tau pada otak peserta. Pendekatan ini berbeda dari pengobatan sebelumnya yang fokus pada protein beta-amiloid. Namun, diranersen masih dalam tahap eksperimental dan perlu uji klinis fase 3 untuk konfirmasi efektivitas dan keamanan pada populasi yang lebih besar. Peneliti menekankan pentingnya penelitian lanjutan untuk menilai efektivitas jangka panjang dan profil keamanan sebelum obat dapat digunakan secara umum.
Bagikan
Berita terkait
Rahasia Super Agers: Regenerasi Sel Otak Dua Kali Lebih Cepat
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 18.35
Penyakit Parkinson Bisa Menyerang Usia Muda, Ini Penjelasan Dokter
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 20.52
5 Makanan Ini Bantu Turunkan Risiko Serangan Alzheimer
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 05.55
Imigrasi Amankan 55 WN China yang Diduga Salahgunakan Izin Tinggal di BSD
kumparan · 5 September 2026 pukul 23.29