OIKN Dapat Anggaran RP6,7 Triliun di 2027, Sebagian Buat Bangun Kawasan Legislatif dan Yudikatif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menerima pagu indikatif RAPBN 2027 sebesar Rp6,7 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp5,3 triliun dialokasikan untuk pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif, sementara sisanya untuk kebutuhan lain. Biaya pengelolaan aset IKN diperkirakan mencapai Rp500 miliar per tahun, yang terpisah dari pagu pembangunan tersebut.
Selain APBN, pembangunan IKN didukung skema KPBU, hibah, dan investasi swasta. Beberapa investasi signifikan mencakup Star Bright (Rp1,25 triliun), investasi Korea Selatan (Rp2,5 triliun), serta pengembangan hunian seluas 139 hektare oleh Siswono Yudhosodo. Proyek lain seperti Taman Safari, bioskop Indobox, dan restoran Plataran juga sedang dalam tahap perencanaan atau pengerjaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 17.36
Otorita IKN Dapat Anggaran Rp 6,7 T pada 2027, Ini Target Pembangunannya
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 15.07
Lebih dari 3.500 Peserta Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di IKN
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 09.51
OIKN Anggarkan Rp 5,3 Triliun untuk Bangun Kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 05.55
Rincian Proyek IKN Pakai Dana APBN Rp 48,8 Triliun
Berita terkait
IKN Minta Tambahan Rp15,8 Triliun, Purbaya: Saya Harus Lihat Suratnya Dulu
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 09.09
Purbaya Tunggu Usulan Tambahan Anggaran OIKN Sebesar Rp15,8 triliun
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 23.25
OIKN Minta Tambah Anggaran Rp15,8 Triliun Demi Penyelesaian IKN 2027
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 09.58
Badan Otorita Catat Investasi Masuk IKN Tembus Rp208,7 Triliun
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 12.47