Pakar: Faktor Manusia Dominan, Pencegahan Karhutla Harus Menyentuh Perubahan Perilaku
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aktivitas manusia menjadi penyebab dominan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, sementara fenomena El Nino dan kemarau kering memperbesar risiko serta mempercepat penyebaran api. Menurut Asep Karsidi, pakar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan dosen Geografi Universitas Indonesia, iklim bukanlah sumber awal kebakaran, namun faktor penguat yang membuat api lebih mudah muncul, meluas, dan sulit dikendalikan. Berdasarkan evaluasi BMKG dan NOAA, 76,5 persen zona musim Indonesia telah memasuki musim kemarau, sementara 90,79 persen wilayah mengalami curah hujan rendah. Kombinasi musim kemarau aktif, El Nino sangat kuat, dan kecenderungan Indian Ocean Dipole positif menciptakan kondisi yang menyulitkan pembentukan awan dan hujan, sehingga vegetasi dan lahan gambut lebih rentan terhadap kebakaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 13.52
Pakar: Faktor Manusia Dominan, Pencegahan Karhutla Harus Menyentuh Perubahan Perilaku
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 19.03
Dari Kalimantan ke Sumatra, Presiden Prabowo Terus Kawal Penanganan Karhutla
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.10
Karhutla Kembali Melanda PPU, 17,82 Hektare Lahan Terbakar dalam Sehari
JawaPos · 26 Agustus 2026 pukul 19.00
Tangani Karhutla di Berau, Menhut Pastikan Habitat Orangutan Tak Terganggu
Berita terkait
Karhutla di Mana-Mana, WALHI Anggap Pemerintah Abai Lakukan Pencegahan
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 21.07
Rapat dengan Presiden, Tito Dorong Pencegahan Karhutla Riau Diperkuat
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.17
Karhutla 2026 Capai 202 Ribu Hektare, Menhut Soroti El Nino Datang Lebih Cepat
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 23.57
Antisipasi Kemarau Panjang, Polri Kerahkan Personel ke Titik Rawan Karhutla
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 23.47