Pakar Hukum Sebut Sistem Pengamanan yang Rapi dan Terukur Diperlukan Kawal Aksi Unjuk Rasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pakar hukum Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita menilai Polri berhasil mengamankan jalannya aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026 melalui sistem pengamanan berbasis konsep Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan). Ia menekankan situasi kondusif bukan kebetulan, melainkan hasil perencanaan matang, pelatihan sistematis, dan implementasi yang terukur. Konsep Presisi memungkinkan Polri tidak hanya reaktif, tetapi juga mampu memprediksi potensi gangguan sebelum memanas. Mantan Dirjen AHU Departemen Hukum dan HAM ini menyatakan institusi kepolisian telah memiliki kesiapan struktural yang matang untuk menghadapi ancaman keamanan kompleks.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 20.18
Kodam Jaya Bantu Polri Menghalau Demonstran di Depan Gedung DPR/MPR/DPD RI
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 19.21
Polda Metro Jaya amankan 322 orang usai kerusuhan di kawasan DPR/MPR
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 15.40
Pakar Hukum: Sistem Presisi Polri Terbukti Efektif Amankan Aksi 27 Agustus
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 14.47
Pascademonstrasi, Polri sebut situasi keamanan terpantau kondusif
Berita terkait
Gelar Patroli Malam, Polresta Tangerang Sebut Situasi Wilayah Kondusif
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 07.40
Tiga Lokasi Demo Jakarta Hari Ini
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.05
Menko Polkam Pastikan Penyampaian Aspirasi di Gedung DPR Dikawal Aman dan Damai
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 09.58
18.504 Personel Disiagakan Kawal Aksi di Sejumlah Titik Jakpus Hari Ini
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 08.58