Pakar Militer Nilai Serangan Balasan Iran ke Yordania Bermotif Politis, Bukan Strategis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pakar militer Harlan Ullman menilai serangan balasan Iran ke Yordania bersifat politik, bukan strategis. Iran memilih Yordania sebagai sasaran untuk memberi sinyal kepada rakyat Yordania bahwa negara tersebut adalah target, lebih signifikan daripada pangkalan AS di UAE atau Qatar. Serangan ini dilakukan dengan niat menyampaikan pesan: 'Apakah Anda yakin ingin mendukung Amerika?' IRGC menyatakan operasi gabungan rudal dan drone 'Hukuman bagi Agresor' telah menghancurkan infrastruktur teknis di pangkalan King Hussein dan Al Azraq. Yordania mencegat delapan rudal tak lama setelah serangan. IRGC juga menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik AS di atas Selat Hormuz. Eskalasi konflik bergantung pada respons AS selanjutnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 13.00
Iran Juga Serang Fasilitas Militer AS di Yordania
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 12.35
Iran Kembali Serang Pasukan AS di Yordania
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.27
AS-Iran Kembali Memanas, Yordania Cegat 8 Rudal di Wilayah Udaranya
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 07.30
Iran Membalas, Serang Fasilitas Militer AS di Yordania
Berita terkait
Selain Yordania, Serangan Balasan Iran terhadap AS Juga Sasar Pangkalan UEA
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 12.11
Iran Balas Dendam, Bombardir 2 Pangkalan Jet Tempur AS di Yordania
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 07.18
Stok Rudal Pencegat AS Menipis, Ini Taktik Perang yang Diterapkan Iran
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 20.20
Ini Respons AS usai Iran Klaim Rudalnya Hancurkan 3 Jet Tempur Siluman F-35 Amerika di Yordania
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 06.58