Stok Rudal Pencegat AS Menipis, Ini Taktik Perang yang Diterapkan Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran telah menyesuaikan taktik rudal dan drone-nya selama agresi AS baru-baru ini, yang semakin menantang pertahanan udara AS di Asia Barat. Laporan The New York Times menyebutkan bahwa selama lima hari serangan intensif bulan lalu, Iran meluncurkan gelombang drone dan rudal yang menyasar tiga pangkalan AS di Yordania. Serangan ini dirancang untuk membuat pertahanan udara Amerika kewalahan, termasuk dengan menggunakan rudal yang mampu mengubah arah secara tak terduga.
Pada 17 Juli, sebuah rudal Iran berhasil menembus pertahanan tersebut dan menghantam unit hunian prefabrikasi di pangkalan AS, menewaskan tiga tentara Amerika dan melukai lebih dari 100 orang lainnya. Pejabat Pentagon juga mengakui adanya tambahan korban luka dan kerusakan pada beberapa pesawat selama serangan di Yordania.
Serangan ini menyoroti dua perkembangan utama: meningkatnya kemampuan Iran untuk menyesuaikan taktik dan memanfaatkan kelemahan pertahanan udara AS, serta cepatnya penipisan stok rudal pencegat Amerika. Pentagon telah menggunakan lebih dari 1.500 rudal pencegat Patriot selama konflik dan kini tersisa kurang dari 1.700 unit. Pada satu hari saja, pasukan AS menembakkan sekitar 50 rudal pencegat Patriot, masing-masing senilai sekitar 4 juta dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 17.16
AS Perkuat Blokade Iran, Harga Minyak Jadi Target Perang
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.36
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.52
Iran Tantang Klaim Trump, Sebut 75% Rudal dan Drone Masih Siap Tempur
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.26
Iran Tantang Trump: Lebih dari 75 Persen Rudal-Drone Siap Dipakai!
Berita terkait
Ini Respons AS usai Iran Klaim Rudalnya Hancurkan 3 Jet Tempur Siluman F-35 Amerika di Yordania
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 06.58
AS Habiskan 1.500 Rudal Patriot dan 200 Rudal Pencegat THAAD selama Perang dengan Iran
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 16.22
AS Kirim Kapal Induk Lain ke Timur Tengah Usai Petaka Abraham Lincoln, Ada Apa?
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 04.06
Trump Disebut 'Bercanda' Soal Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Benarkah?
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.58