Pangdam Mulawarman Nyatakan Pengibaran Bendera Borneo Bukan Tanda Ingin Lepas dari NKRI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, menegaskan bahwa pengibaran bendera Borneo berwarna merah, kuning, dan biru oleh masyarakat di Kalimantan, termasuk Samarinda, bukan merupakan tanda keinginan untuk memisahkan diri dari NKRI. Penggunaan bendera tersebut dinilai sebagai simbol identitas budaya masyarakat Dayak dan bentuk penyampaian aspirasi terkait tuntutan perbaikan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, di wilayah mereka.
Hasil pendalaman menunjukkan tidak ada indikasi gerakan separatis atau upaya mendirikan negara sendiri. TNI dan pemerintah terus melakukan pendekatan komunikatif untuk mencari solusi atas aspirasi pembangunan tersebut. Secara historis, bendera ini dikaitkan dengan Daerah Otonomi Dajak Besar pada masa transisi politik, namun tetap berada dalam struktur negara Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Demo BEM UI Jadi Perhatian, Masyarakat Diimbau Bijak Sikapi Informasi
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 14.21
Yusril: Mudah-mudahan Aceh Sudah Kondusif, Semua Pihak Jaga Kedamaian
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.01
Heboh Penurunan Merah Putih, Sekjen PKS Yakin Masyarakat Aceh Tetap NKRI
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.32
TNI Tembus Distrik Terisolasi Papua, Gelar Upacara Bendera Setelah 15 Tahun
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 10.10