Panglima Jilah Bantah Peladang Adat Jadi Sumber Karhutla Kalbar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Panglima Jilah membantah dugaan bahwa peladang tradisional menjadi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Ia menyatakan peladang seringkali disalahkan bersamaan dengan aktivitas perkebunan. Masyarat Dayak tidak membuka ladang di lahan gambut, melainkan padi di lahan mineral. Tradisi berladang sudah ada ribuan tahun sebelum perkebunan berkembang. Masyarakat adat memiliki aturan pengawasan ketika membuka lahan dengan api dan selalu berada di lokasi untuk memantau. Selain itu, mereka melakukan sosialisasi melalui tokoh adat agar warga tidak membakar hutan sembarangan. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, pembahasan mengenai karhutla dan kondisi masyarakat adat Kalimantan Barat disampaikan, dengan dukungan pemerintah kepada masyarakat adat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 19.35
Prabowo Bertemu Panglima Jilah Bahas Karhutla di Kalimantan Barat
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 20.51
Karhutla Kalimantan Belum Mereda, Panglima Jilah ke Jakarta
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 20.15
Kasus Karhutla Meluas, Ketua MPR Lihat Pemerintah Serius Memadamkan Api
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 19.51
Tangkap 40 Pelaku Karhutla, Polda Riau Tegaskan Tak Ada Kompromi
Berita terkait
Karhutla Kalbar Meluas, Wamen LH Minta Perusahaan Bergerak Bangun Sekat Kanal
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 00.34
Atas Arahan Prabowo, Menhut Raja Antoni Pastikan Karhutla Kalbar Tertangani
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 21.22
Pemerintah Selidiki Korporasi di Kalbar Diduga Penyebab Karhutla
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 19.19
Hotspot Karhutla di Kalbar Turun jadi 28 Titik, Kini Bergeser ke Sumatera
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 16.31