Panglima Jilah: Jangan Salahkah Peladang Adat Jadi Biang Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Panglima Jilah, pemimpin TBBR, menyatakan praktik berladang masyarakat adat tidak sama dengan perkebunan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Masyarakat adat berladang di lahan mineral, bukan gambut, dan telah berlangsung turun-temurun. Ia khawatir peladang disalahkan ketika kebakaran terjadi bersamaan dengan perkebunan. Panglima Jilah mendukung perbedaan larangan pembakaran antara perkebunan dan kearifan lokal adat. Presiden Prabowo Subianto mendukung masyarakat adat dan peladang. Masyarakat adat tetap memantau dan memastikan pembakaran tidak sembarangan melalui tokoh-tokoh adat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 23.00
Temui Prabowo, Panglima Jilah Bela Peladang Adat: Bukan Pemicu Karhutla di Kalbar
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 20.51
Karhutla Kalimantan Belum Mereda, Panglima Jilah ke Jakarta
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 19.38
Panglima Jilah Bantah Peladang Adat Jadi Sumber Karhutla Kalbar
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 19.35
Prabowo Bertemu Panglima Jilah Bahas Karhutla di Kalimantan Barat
Berita terkait
Presiden Minta Aturan Buka Lahan dengan Membakar Diubah, Pemerintah Siapkan Ekskavator
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 07.05
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 13.49
BNPB Temukan 198 Titik Api di Kalbar, Terbanyak di Ketapang
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 12.50
Panglima TNI-Kapolri damping Presiden tangani Karhutla Kalbar
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 12.37