Panitia Bantah Karnaval Berbau Satanis di Pekalongan: Pesertanya Remaja Musala
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Panitia Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026, Mahsun, membantah tuduhan karnaval di Pekalongan berbau satanis. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan memeriahkan Bulan Maulid dan khitanan massal di Simbang Kulon. Peserta karnaval adalah remaja musala dari seluruh Kelurahan Simbang Kulon, masing-masing memiliki tema berbeda. Mahsun menjelaskan kostum seram dan adegan penyembelihan kambing hanya bagian dari hiburan, bukan ritual satanis. Karnaval telah mengantongi izin dari Polres dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dengan Kapolres hadir dalam acara. Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, juga hadir dalam acara. Kegiatan tahunan SKNC ke-61 berlangsung semarak dengan parade busana, kesenian daerah, drumband, pawai ogoh-ogoh, dan sound horeg. Tema karnaval 2026 yakni "Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran" (bersatu dalam budaya, mempererat tali persaudaraan).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 September 2026 pukul 16.36
Ini Tujuan Peserta Karnaval Sembelih Kambing yang Viral Mirip Ritual Satanik
Detik.com · 14 September 2026 pukul 15.13
Peserta Karnaval di Pekalongan Minta Maaf Kurang Literasi soal Satanik
Detik.com · 14 September 2026 pukul 14.30
Diduga Ada Ritual Satanik, Karnaval di Pekalongan Tuai Sorotan
Berita terkait
Panitia Parade di Pekalongan: Kami Tak Tahu Itu Satanis, Tujuannya Hibur Warga
kumparan · 14 September 2026 pukul 12.18
Heboh Parade di Pekalongan: Ada Tema Satanis, Peserta Meninggal Kelelahan
kumparan · 13 September 2026 pukul 22.40
Tim Kreatif Parade Tema Satanis di Karnaval Pekalongan Minta Maaf
kumparan · 14 September 2026 pukul 16.23
Kronologi Peserta Karnaval Berbau Satanis di Pekalongan Meninggal Usai Tampil
kumparan · 14 September 2026 pukul 12.20