Panitia Cerita Pemanfaatan Teknologi Cip Bantu Perlancar Muktamar NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 berjalan lancar berkat pemanfaatan kartu cip berbasis teknologi informasi. Menurut Panitia Chairul Khamid (dikenal sebagai Gus Ipul), kartu ini digunakan untuk mencegah adanya peserta gelap yang tidak terdaftar namun hadir di arena. Dengan kartu sakti ini, hanya peserta yang memiliki Surat Keputusan (SK) yang sah yang dapat mengakses sidang pleno dan komisi. Proses ini memastikan semua peserta terdata dengan baik dan pemilihan dapat berlangsung dengan demokratis dan tepat waktu.
Panitia Muktamar juga menyampaikan roadmap NU hingga 2050. Beberapa poin utamanya meliputi transformasi pesantren agar menjadi modal masa depan, penguatan organisasi NU di tengah tantangan abad kedua seperti generasi Z dan revolusi digital, serta memperkuat peran NU sebagai kekuatan Islam moderat di dunia. Program NU untuk periode 2026-2031 akan menggunakan semboyan "NU Barokah 2031" yang menekankan nilai Jemaah, Amanah, Koherensi, Akuntabilitas, Kesinambungan, Adaptif, dan Handal.
Susunan kepengurusan PBNU setelah Muktamar diserahkan kepada Rais Aam dan Ketua Umum terpilih, dengan waktu satu bulan untuk membentuk kepengurusan baru. Gus Ipul menyampaikan bahwa seluruh agenda Muktamar berhasil diselenggarakan dengan dukungan fasilitas yang memadai, serta prosesnya diikuti dengan baik, demokratis, dan tepat waktu.
Bagikan
Berita terkait
NU, HMI, dan Kekeliruan Menentukan Sebab
kumparan · 3 September 2026 pukul 17.00
Membaca Muktamar NU dari Perspektif Neuropolitik: Antara Trust dan Obedience
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 13.06
Gus Ipul Balik Kritik Cak Imin soal Klaim PBNU Gagal: 'Dari Versinya Sendiri'
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 18.39
Gus Ipul Layangkan Kritik Pedas usai Cak Imin Sebut NU Terpuruk di Tangan Alumni HMI
JawaPos · 2 September 2026 pukul 18.00