Pasien Diduga Terlambat Ditangani Meninggal, Curhat di Medsos Jadi Sorotan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315745/original/030699500_1785885299-WhatsApp_Image_2026-08-05_at_06.10.06.jpeg)
Yurizal Tri Chaerawan meninggal dunia setelah menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan tempat perawatan di rumah sakit. Pada hari Rabu (22/7/2026), ia membagikan keluhan di akun Threads miliknya, menyatakan bahwa ia belum mendapatkan ruangan dan menyebutkan bahwa ia menggunakan BPJS. Beberapa hari kemudian, pada hari Jumat (31/7/2026), Yurizal meninggal, dan sepupunya, Hilda Aprianti Perdana, mengumumkan kematiannya di akun media sosial almarhum pada hari Sabtu (1/8/2026). Hilda menjelaskan bahwa kematian Yurizal disebabkan oleh penanganan yang terlambat di rumah sakit ketika kondisinya sudah kritis, dan menambahkan bahwa Yurizal telah merahasiakan penyakitnya dari keluarga dan orang lain.
Setelah kabar kematiannya tersebar, unggahan asli Yurizal kembali menjadi perbincangan. Beberapa komentar di unggahan tersebut menjelaskan prosedur antrean rumah sakit, tetapi banyak juga yang dianggap kurang empati. Salah satu komentar yang menjadi sorotan berasal dari akun @bennychrstn, yang mengungkit keterbatasan kapasitas rumah sakit dan bertanya-tanya ke mana pasien bisa dipindahkan, bahkan menyinggung bahwa ruang mayat selalu kosong. Akun @erudarahaadini juga dikritik karena komentar yang merendahkan, sementara @1amdika noting bahwa pasien dengan serangan jantung bisa lebih cepat ditangani di IGD, dan @nandafadyla_ menulis “Bacot nih pasien.” Netizen menghubungkan akun-akun ini dengan tenaga kesehatan, tetapi identitas dan profesi mereka belum diverifikasi secara resmi.
Berita ini menyoroti masalah waktu tunggu yang lama di fasilitas kesehatan dan dampak dari komentar yang tidak sensitif di media sosial terhadap keluarga pasien yang sudah meninggal.
Bagikan
Berita terkait
Pemkab Manggarai Barat Distribusikan 36 Ton Beras Pascagempa NTT
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 05.31
Virus Mematikan Menggila! 2 Ribu Orang Tewas-100 Kasus dalam 24 Jam
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 05.30
75 Anggota Paskibraka Situbondo Menerima SIM C Gratis
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 05.26
Persib Menang, Pembuktian Mariano Peralta Ditunggu Lagi Hari Ini
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 05.26