Lima Tahun yang Dunia Pilih Bungkam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lima tahun setelah Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021, kebijakan sistematis untuk menghilangkan perempuan dari kehidupan publik semakin keras. Sejak 2021, perempuan dilarang melanjutkan sekolah menengah dan universitas, dilarang bekerja di hampir semua sektor, hingga pada 2024 dikategorikan suara perempuan sebagai aurat yang harus disembunyikan. Kebijakan ini terbukti terbuka dan terdokumentasi, namun dunia internasional hampir tidak memberikan respons signifikan. Organisasi hak asasi manusia dan gerakan feminisme global yang sebelumnya vokal justru sunyi, sementara PBB hanya mengesahkan kebijakan sebagai 'gender apartheid' tanpa mekanisme penegakan nyata. Akibatnya, lonjakan kasus depresi dan bunuh diri di kalangan perempuan muda dilaporkan, sementara ribuan anak perempuan belajar di sekolah bawah tanah yang berisiko. Diaspora profesional perempuan kabur, meninggalkan negara kehilangan satu generasi tenaga terdidik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.18
Lima Tahun Taliban, Partisipasi Kerja Perempuan Afghanistan Anjlok ke 5%
Berita terkait
2 Staf PBB Ditahan Intelijen Taliban di Afghanistan, Tak Bisa Ditemui
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 04.25
Bagaimana Pendukung Taliban Rayakan 5 Tahun Berkuasa?
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 20.20
UNESCO: 2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Dilarang Sekolah
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 01.01
Taliban Larang 2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Mengenyam Pendidikan
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.23