Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Lima Tahun yang Dunia Pilih Bungkam

Lima tahun setelah Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021, kebijakan sistematis untuk menghilangkan perempuan dari kehidupan publik semakin keras. Sejak 2021, perempuan dilarang melanjutkan sekolah menengah dan universitas, dilarang bekerja di hampir semua sektor, hingga pada 2024 dikategorikan suara perempuan sebagai aurat yang harus disembunyikan. Kebijakan ini terbukti terbuka dan terdokumentasi, namun dunia internasional hampir tidak memberikan respons signifikan. Organisasi hak asasi manusia dan gerakan feminisme global yang sebelumnya vokal justru sunyi, sementara PBB hanya mengesahkan kebijakan sebagai 'gender apartheid' tanpa mekanisme penegakan nyata. Akibatnya, lonjakan kasus depresi dan bunuh diri di kalangan perempuan muda dilaporkan, sementara ribuan anak perempuan belajar di sekolah bawah tanah yang berisiko. Diaspora profesional perempuan kabur, meninggalkan negara kehilangan satu generasi tenaga terdidik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait