PBB: Kecerdasan buatan dapat jadi ancaman bagi umat manusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi ancaman eksistensial bagi umat manusia dan menyerukan penguatan jaminan keselamatan serta keamanan AI sebelum terlambat. Pernyataannya disampaikan dalam sesi ke-63 Dewan HAM PBB, di mana ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap konsentrasi kekuasaan yang hampir tidak terbatas atas AI di tangan segelintir pihak. Turk berjanji akan mengirimkan surat kepada perusahaan pengembang AI terkemuka dalam beberapa hari mendatang dan menekankan pentingnya kerja sama antar negara untuk menetapkan batas-batas yang tidak boleh dilanggar dalam pengembangan dan penggunaan AI.
Sebelumnya, pada Desember 2025, Philip Schellekens dari UNDP Asia-Pasifik memperingatkan bahwa penggunaan AI untuk kepentingan militer berpotensi menimbulkan ancaman eksistensial dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Ia mendesak adopsi regulasi yang sangat bertanggung jawab untuk mengendalikan penggunaan AI di sektor militer. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Januari 2025 juga menyatakan bahwa AI yang tidak terkendali akan menjadi ancaman eksistensial, sejajar dengan perubahan iklim dan senjata nuklir.
Bagikan
Berita terkait
Amerika Bawa Petaka Baru, Waspada Satu Dunia Bisa Jadi Korban
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 14.00
Dua Kandidat Sekjen PBB Paparkan Prioritas, dari Gaza hingga Reformasi Dewan Keamanan
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 16.15
Riset Anthropic: Agen AI Saling Sabotase dan Berebut Wilayah dalam Simulasi
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 10.19
AI Makin Tak Terkendali, Setelah OpenAI Kini Anthropic Bobol Internet
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 14.25