Dua Kandidat Sekjen PBB Paparkan Prioritas, dari Gaza hingga Reformasi Dewan Keamanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dua kandidat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memaparkan prioritas mereka di hadapan Majelis Umum PBB. Diplomat Uganda, Olara Otunnu, menekankan pentingnya menghentikan konflik mematikan di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Iran. Ia juga mendukung kesepakatan damai di Rwanda dan Republik Demokratik Kongo, serta reformasi PBB, penggunaan kecerdasan buatan, dan kerja sama dengan organisasi regional. Sementara itu, diplomat Ekuador, Ivonne A-Baki, yang juga mewakili Tonga, menyatakan ingin menjadi pemimpin yang mengutamakan pencegahan perang, perlindungan martabat manusia, dan modernisasi Dewan Keamangan. Ia juga menekankan pentingnya mengatasi krisis utang, membuka akses pendanaan, dan memastikan etika dalam penggunaan AI.
Majelis Umum PBB telah menggelar dialog interaktif dengan para kandidat sejak akhir April. Enam kandidat lain sebelumnya juga turun ke panggung untuk memaparkan visi mereka. Masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, akan berakhir pada akhir tahun ini. Penggantinya dijadwalkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027.
Bagikan
Berita terkait
Di PBB, Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Perlindungan 70 Juta Anak Indonesia di Tengah Pesatnya AI
JawaPos · 27 September 2026 pukul 12.30
Xi Jinping: China-AS Punya Tanggung Jawab Kelola Perkembangan AI
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 11.50
20 Negara Bersatu Lawan Bencana Besar, Indonesia Belum Ikutan
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.00
Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Israel Hentikan Penyerobotan dan Kekerasan di Tepi Barat
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 17.03