Dua Kandidat Sekjen PBB Paparkan Prioritas, dari Gaza hingga Reformasi Dewan Keamanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dua kandidat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memaparkan prioritas mereka di hadapan Majelis Umum PBB. Diplomat Uganda, Olara Otunnu, menekankan pentingnya menghentikan konflik mematikan di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Iran. Ia juga mendukung kesepakatan damai di Rwanda dan Republik Demokratik Kongo, serta reformasi PBB, penggunaan kecerdasan buatan, dan kerja sama dengan organisasi regional. Sementara itu, diplomat Ekuador, Ivonne A-Baki, yang juga mewakili Tonga, menyatakan ingin menjadi pemimpin yang mengutamakan pencegahan perang, perlindungan martabat manusia, dan modernisasi Dewan Keamangan. Ia juga menekankan pentingnya mengatasi krisis utang, membuka akses pendanaan, dan memastikan etika dalam penggunaan AI.
Majelis Umum PBB telah menggelar dialog interaktif dengan para kandidat sejak akhir April. Enam kandidat lain sebelumnya juga turun ke panggung untuk memaparkan visi mereka. Masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, akan berakhir pada akhir tahun ini. Penggantinya dijadwalkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027.
Bagikan
Berita terkait
PM Israel Tolak Gencatan Senjata atau Tarik Pasukan dari Gaza sesuai Rencana Trump
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 18.28
Tak Disangka! Wamenkomdigi Sebut Lulusan Filsafat Bisa Bergaji Tinggi di Era AI
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.10
Brasil Gandeng Huawei dan Nvidia untuk Perkuat Infrastruktur AI
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 12.15
Apple Music Siapkan Label untuk Tandai Lagu Buatan AI
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 08.08