PDIP soal Wacana Prabowo: Indonesia Tak Mengenal Sistem Kewarganegaraan Ganda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Indonesia tidak menganut sistem kewarganegaraan ganda. Pernyataannya disampaikan sebagai respons atas wacana yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto mengenai kemungkinan adopsi sistem kewarganegaraan ganda dalam pidatonya di Kompleks Parlemen pada Jumat (14/8). Hasto menjelaskan bahwa prinsip loyalitas tunggal telah menjadi bagian integral dari semangat kemerdekaan dan sistem kewarganegaraan Indonesia sejak awal kemerdekaan. Menurutnya, ketika Indonesia merdeka, sistem kewarganegaraan yang diterapkan tidak mengakui kewarganegaraan ganda. Namun, Hasto mengakui adanya ketentuan khusus bagi anak hasil perkawinan campuran antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA). Mereka diberikan hak untuk menentukan kewarganegaraan sendiri ketika telah mencapai usia dewasa, yakni 18 tahun. Hasto menegaskan bahwa hak kedaulatan ini tidak boleh dijadikan dasar untuk mengubah sistem kewarganegaraan secara keseluruhan atau membuka peluang bagi kewarganegaraan ganda. Sikap PDI Perjuangan dalam hal ini mengacu pada sejarah pembentukan sistem kewarganegaraan Indonesia serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.55
Bukan Markas Doang, Hasto Minta Kantor PDIP Jadi Rumah Rakyat Tertindas
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 09.29
Hasto PDIP Ungkap Kasus Keracunan MBG Berulang Akibat Ada Pemburu Rente
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 01.20
PDIP Kirim Kader Bantu Bencana NTT, Siapkan Kapal Laksamana Malahayati
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 22.09
Sikapi Pidato Prabowo, Hasto Tegaskan Indonesia Sejak Merdeka Tak Kenal Kewarganegaraan Ganda
Berita terkait
PDIP Dukung Prabowo soal Pergantian Kapolri
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 18.34
PDIP Gembira Prabowo Copot Sigit dari Kapolri
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.19
PDIP Dukung Prabowo Tunjuk Suyudi Jadi Kapolri: Momentum Perkuat Supremasi Hukum
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 16.01
Suyudi Gantikan Sigit, Sekjen PDIP: Polri Alat Negara, Bukan Kekuasaan
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 15.45