Sikapi Pidato Prabowo, Hasto Tegaskan Indonesia Sejak Merdeka Tak Kenal Kewarganegaraan Ganda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Indonesia sejak kemerdekaan tidak mengenal kewarganegaraan ganda, demi menjaga prinsip loyalitas tunggal warga negara. Pernyataannya disampaikan sebagai respons atas wacana kewarganegaraan ganda yang mencuat pascapidato Presiden Prabowo Subianto. Hasto menjelaskan bahwa kebijakan ini berakar dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang dihadapkan pada dua kekuatan besar, sehingga memilih untuk menjaga kesatuan kewarganegaraan. Meski demikian, aturan kewarganegaraan telah mengalami revisi untuk mengakomodasi nasib anak hasil perkawinan campur antara warga Indonesia dan orang asing. Hasto menyatakan bahwa anak tersebut diberi hak untuk menentukan kewarganegaraan yang diinginkan setelah mencapai usia dewasa, yakni 18 tahun. Dengan demikian, kebijakan tetap menjaga prinsip loyalitas tunggal, sambil memberi fleksibilitas bagi kasus khusus yang melibatkan kewarganegaraan ganda.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 17.15
PDIP soal Wacana Prabowo: Indonesia Tak Mengenal Sistem Kewarganegaraan Ganda
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.25
Pesan Khusus Megawati di Peringatan HUT ke-81 RI
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.48
Tepuk Tangan Menggema Usai Paskibraka Sukses Kibarkan Merah Putih di Istana
Berita terkait
Merah Putih Diturunkan di Aceh, Hasto PDIP Ungkit Pendekatan Dialog, Bukan Represif
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 17.40
Pimpin Upacara HUT RI di Istana, Prabowo Pilih Jas Biru Tua
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 11.03
Jelang HUT ke-81 RI, Hasto Daki Pusuk Buhit dan Doakan Bangsa Indonesia
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.11
Prabowo Ucap Terima Kasih Khusus untuk PDIP, Puan Balas Begini
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 06.00