Pelabuhan RI Jadi Sorotan AS, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat memperluas kerja sama dengan Indonesia di sektor maritim melalui program modernisasi pelabuhan. USTDA membawa 18 delegasi Indonesia ke AS selama 1-14 Agustus untuk menjajaki peluang investasi dan memperkenalkan teknologi terbaru. Kunjungan mencakup Washington DC, Houston, dan Los Angeles, dengan fokus pada demonstrasi teknologi seperti modernisasi infrastruktur, digitalisasi rantai pasok, peningkatan logistik maritim, integrasi pelabuhan dengan kawasan industri, dan solusi keamanan siber.
Delegasi akan meninjau operasional Pelabuhan Baltimore, Houston, dan Los Angeles serta berdiskusi dengan otoritas setempat. Sesi business matchmaking di Washington pada 4 Agustus mempertemukan perusahaan AS dengan delegasi Indonesia untuk membahas peluang komersial. USTDA menekankan pentingnya modernisasi pelabuhan Indonesia karena meningkatnya volume perdagangan yang memberikan tekanan pada kapasitas infrastruktur logistik nasional. Indonesia mencari teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mentransformasi sektor maritim menjadi pusat logistik global terintegrasi.
Bagikan
Berita terkait
Tekstil RI Makin Tertinggal, Investasi Terancam Sia-sia Tanpa Modernisas
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 17.20
KDM hentikan pembangunan data center AI Jatiluhur akibat tanpa Amdal
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 21.26
Menjaga Konsistensi Pengelolaan Reksa Dana di Tengah Dinamika Pasar
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 21.25
Bamsoet-Menko Polkam Dorong Penguatan Perlindungan Dunia Usaha
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.24