Pelabuhan Teluk Bayur dan Panjang Catat Lonjakan Arus Peti Kemas Selama 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia, mencatat pertumbuhan arus peti kemas kumulatif sebesar 8 persen secara tahunan pada Januari-Juli 2026. Volume peti kemas mencapai 2.171.202 TEUs, naik dari 2.009.185 TEUs pada periode sama tahun 2025. Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menyatakan capaian ini merupakan hasil komitmen menjaga operational excellence dan memperkuat sinergi dengan pengguna jasa. Kinerja bulan Juli 2026 turut menopang pertumbuhan kumulatif tersebut, dengan arus peti kemas naik 13,7 persen year-on-year menjadi 353.465 TEUs dari 310.846 TEUs pada Juli 2025. Lonjakan tertinggi dicatatkan Terminal Teluk Bayur sebesar 30,8 persen, disusul Terminal Panjang 29,1 persen, Terminal Tanjung Priok 15,2 persen, dan Terminal Jambi 6 persen. Sebelumnya, Terminal Panjang bahkan sempat membukukan lonjakan arus peti kemas hingga 73,7 persen pada Juni 2026. Daniel menambahkan bahwa IPC TPK akan terus fokus mempercepat pelayanan bongkar muat untuk menjaga kelancaran rantai pasok nasional dan daya saing industri logistik. IPC TPK saat ini beroperasi di enam wilayah kerja, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Pontianak (Kalimantan Barat), Panjang (Lampung), Palembang (Sumatera Selatan), Teluk Bayur (Sumatera Barat), dan Jambi (Jambi). Terminal Panjang juga telah memperbesar kapasitas bongkar muat dengan QCC Post Panamax berjangkauan 45 meter untuk 16-17 baris peti kemas, sementara peningkatan di Jambi didorong pengiriman semen untuk proyek infrastruktur.
Bagikan
Berita terkait
Sebanyak 55 Korban Meninggal Dunia dan 132 Luka-Luka Pasca Gempa Bumi Magnitudo 7,7 di NTT
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 16.15
Buka Store 5.0 Pertama di Surabaya, Infinix Hadirkan Ekosistem Gadget-Promo Rp10 Ribu
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.10
Koleksi Bungo Ameh Hadirkan Keindahan Suntiang dan Songket dalam Busana Ibadah
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 16.07
Bapeten Pastikan Tak Ada Paparan Radiasi Pengion di NTT Usai Gempa 7,7 M
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 16.06