Pemandangan Tak Biasa Kala Sungai Barito di Kalimantan Mengering
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sungai Barito di Kalimantan Tengah mengering akibat musim kemarau panjang sejak awal Agustus 2026. Pasir muncul di tengah sungai di sekitar Jembatan Kalahien, Barito Selatan, mengganggu aktivitas transportasi air. Kapal pengangkut barang, tongkang, dan armada besar tidak dapat melintasi karena kedalaman air menurun drastis, hanya perahu kecil seperti jukung yang masih beroperasi. BMKG memaparkan curah hujan rendah (0-10 mm/dasaran) dan hari tanpa hujan berturut-turut hingga 60 hari di wilayah Kalteng. Penurunan debit air di Muara Teweh mencapai 5-11,5 meter dari normal. Jika kondisi berlanjut, dapat menghambat distribusi barang, logistik, dan ekonomi regional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 17.39
Sungai Barito Mengering, Hamparan Tanah Muncul Bak Gurun Pasir
Berita terkait
BMKG soal Sungai Barito Mengering: Curah Hujan di Kalteng Rendah
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.56
Sungai Barito Surut, Hamparan Pasir-Daratan Muncul di Tengah Aliran Air
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.33
Kementerian PU Pastikan Sungai Barito Masih Bisa Dilalui Kapal
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 20.50
Sungai Barito Kering Bak Gurun Pasir, Transportasi Sungai Hampir Lumpuh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 20.40