Faktor Keselamatan Tidak Boleh Jadi Reaksi Setelah Terjadinya Kecelakaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Umum GAPASDAP, Khoiri Soetomo, menekankan bahwa keselamatan transportasi air harus menjadi prioritas utama dan budaya harian, bukan sekadar reaksi setelah terjadi kecelakaan. Ia menegaskan bahwa kepatuhan administratif saja tidak cukup; keselamatan harus terimplementasi nyata di lapangan untuk mencegah tragedi.
Kesadaran kolektif antara pengelola dan penumpang sangat diperlukan. Sebagai contoh, kelaikan kapal tidak akan berguna jika penumpang masih membuang puntung rokok sembarangan yang memicu kebakaran. GAPASDAP menargetkan transformasi keselamatan dari sekadar aturan menjadi kebiasaan dan budaya tetap, meskipun teknologi transportasi dan pelabuhan semakin modern.
Bagikan
Berita terkait
Marak Kecelakaan, Pengusaha Angkutan Kapal Minta Pengawasan Diperketat
Detik.com · 21 September 2026 pukul 11.50
Transportasi Penyeberangan Perlu Dukungan Pembangunan yang Lebih Adil
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.27
Gapasdap Ungkap Aturan Angkut Mobil Listrik di Kapal, Baterai Tak Boleh 100%
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 13.30
Diprotes Moeldoko, Kemenhub Buka Opsi Atur Kapal Khusus Angkut EV
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 19.06