Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Purbaya: Kita Incar Kalangan Atas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah berencana membatasi pembelian Pertalite agar tidak lagi diperoleh oleh masyarakat golongan atas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, mekanisme pembatasan ini ditujukan agar konsumsi BBM bersubsidi tepat sasaran, sehingga kelompok atas cukup membeli BBM sesuai kemampuan keuangan mereka. Skema yang dipertimbangkan adalah pembatasan konsumsi Pertalite untuk masyarakat pada desil 9 dan 10, yang merupakan golongan teratas. Pelaksanaan kebijakan ini belum dilaksanakan, namun sistemnya sudah dapat diterapkan baik secara mobil per mobil maupun desil per desil. Purbaya menyampaikan, dengan pembatasan ini, diharapkan kebutuhan pemerintah untuk menganggarkan subsidi BBM dalam APBN dapat berkurang. Pada 2026, anggaran subsidi BBM ditetapkan sebesar Rp 25,14 triliun, yang merupakan penurunan sekitar 5,7% dari anggaran pada 2025 yang senilai Rp 26,66 triliun. Menurut Purbaya, konsumsi BBM mungkin akan tetap sama, namun besarnya subsidi yang dikeluarkan pemerintah akan berkurang karena pembatasan data subsidi yang lebih terperinci.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.00
Apa Itu Desil 9 dan 10, Kelompok yang Bakal Dilarang Beli Pertalite?
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 11.30
Pertamina Tengah Uji Sistem Digital Pembatasan Pengguna Pertalite
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.22
Purbaya: Larangan Beli Pertalite Orang Kaya Bakal Dilakukan Bertahap
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.22
Purbaya: Larangan Orang Kaya Beli Pertalite Bakal Dilakukan Bertahap
Berita terkait
Pembatasan Pertalite Pakai Desil 9-10 Lanjut? Begini Jawaban Bahlil
Detik.com · 22 September 2026 pukul 17.50
Pemerintah Jadi Batasi Konsumsi BBM Pertalite? Ini Kata Bahlil
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.15
Harga BBM Pertamax Cs Naik, Bahlil Akui Ada Migrasi ke BBM Pertalite
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.15
Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik Meski Kuota Diproyeksi Jebol
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 21.30