Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Jadi Batasi Konsumsi BBM Pertalite? Ini Kata Bahlil

Pemerintah tengah mengkaji kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, agar subsidi energi tepat sasaran. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa mobil pribadi seperti Toyota Avanza dengan kapasitas tangki sekitar 50 liter cukup untuk perjalanan 200 hingga 300 km, sehingga pembelian harian sebesar 50 liter sudah cukup. Namun, ia mengakui banyak masyarakat beralih dari BBM non-subsidi seperti Pertamax ke Pertalite, dan mengimbau agar konsumsi ini diprioritaskan bagi masyarakat kelas bawah.

Pemerintah sedang mematangkan data berdasarkan desil untuk menentukan warga yang berhak mendapatkan barang subsidi. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas melaporkan penyaluran Pertalite per 30 Juni 2026 mencapai 13,96 juta kiloliter, setara 47,68% dari kuota APBN sebesar 29,27 juta kiloliter. Lonjakan ini dipicu oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi dan migrasi konsumen ke Pertalite.

Untuk mengantisipasi kuota yang menipis, BPH Migas memperkuat pengawasan melalui 25 perjanjian kerja sama dengan pemerintah provinsi dan memblokir 307.107 QR Code yang terindikasi penyalahgunaan. PT Pertamina Patra Niaga mencatat porsi Pertalite dalam konsumsi bensin nasional mencapai 80%, naik dari 75% pada Januari-Mei 2026. Permintaan terhadap Pertamax Series justru mengalami penurunan sebesar 18% seiring peningkatan penggunaan Pertalite.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait