Pemerintah Diminta Perhatikan Pendapatan Driver & Kemampuan Konsumen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komunitas Ojek Online (KAJOL) Indonesia menyampaikan kepada pemerintah bahwa pendapatan driver tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya tarif per order, tetapi juga jumlah order yang masuk. Ketum KAJOL, Firmansyah, meminta agar pengaturan tarif mengacu pada pendapatan total driver secara harian, bukan hanya tarif per transaksi. Ia mengharapkan aturan tersebut mempertimbangkan fluktuasi permintaan di lapangan, karena ada saatnya order ramai dan ada pula yang sepi. Jika tarif dinaikkan tanpa memperhatikan penurunan jumlah order, pendapatan driver justru bisa menurun. KAJOL juga menekankan pentingnya pemerintah mendengarkan seluruh pihak terkait dalam pembuatan regulasi.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah Sebut Driver Ojol Bisa Punya Pendapatan Lain Usai Statusnya Jadi UMKM
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 18.47
Menteri UMKM: Perpres transportasi digital beri manfaat ekonomi ojol
ANTARA News · 11 Agustus 2026 pukul 18.21
Tarif YouTube Premium Naik Lagi, Duh!
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 13.53
Pria Medan Gasak Motor Ojol Wanita Tunarungu, Hasil Curian Buat Sabu-Sewa PSK
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 13.47