Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah intensifkan modifikasi cuaca, cegah karhutla dan kekeringan

Pemerintah Indonesia melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan akibat El Nino. Operasi ini dilakukan dengan menyemai garam (Natrium Klorida/NaCl) ke awan potensial guna mengoptimalkan curah hujan, bukan menciptakan awan baru. Prioritas diberikan pada wilayah yang membutuhkan pasokan air lebih tinggi untuk menjaga kelembapan lahan mineral dan gambut serta mengisi cadangan air waduk.

Sejumlah wilayah telah menjadi lokasi operasi, termasuk Pekanbaru, Palangkaraya, Aceh, dan Sumatera Selatan. Sepanjang tahun ini, BMKG telah merealisasikan 17 proyek operasi karhutla dengan 169 hari operasi dan 290 sorti penerbangan. Selain karhutla, operasi juga difokuskan untuk pengisian danau dan waduk strategis seperti Danau Toba dan Danau Poso, serta Daerah Aliran Sungai Citarum di Jawa Barat.

BMKG menjalankan operasi ini bersama Kementerian PU, TNI AU, BNPB, KLH, Kemenhut, pemerintah daerah, dan TNI-Polri. Armada pesawat Casa 212 Skadron Udara 4 dikerahkan untuk penyebaran bahan semai. BMKG memastikan kesiapan memperkuat sinergi ekosistem modifikasi cuaca untuk meminimalkan dampak kebencanaan selama musim kemarau.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait