Pemerintah Kaji Insentif Dampak El Nino Terhadap Produksi Pangan RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah sedang meninjau insentif mitigasi dampak El Nino terhadap produksi pangan. Kebutuhan dana dihitung oleh Kementerian Pertanian dan saat ini masih dalam tahap pemantauan. Airlangga menegaskan komitmen pemerintah menjamin ketersediaan pangan, termasuk melalui pompanisasi dan distribusi air merata ke daerah produktif, mengingat beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan.
Tantangan semakin kompleks karena El Nino berlangsung bersamaan dengan eskalasi konflik Timur Tengah yang menopang harga minyak mentah tinggi. Para ekonom memperingatkan fenomena "Godzilla El Nino" 2026-2027 berpotensi menciptakan "guncangan ganda" pada rantai pasok pangan global: gangguan pasokan energi dan pupuk akibat geopolitik, serta cuaca ekstrem dari pemanasan global. Siklus El Nino kali ini dinilai memiliki peluang tak precedented menjadi sangat kuat, dengan dampak berpotensi berlanjut hingga 2028. Risiko utama meliputi kekeringan parah dan kebakaran hutan lahan yang mengancam keamanan pangan nasional dan global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 16.42
Pemerintah Belum Berencana Liburkan Sekolah Imbas Karhutla
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 12.25
Jelang Puncak El Nino, Indonesia Bakal Makin Kering
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 11.48
AEI: Geopolitik Global hingga El Nino Jadi Tantangan Pasar Modal Indonesia
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.45
Daftar Wilayah Indonesia 'Terpanggang' Agustus 2026, Ini Juaranya
Berita terkait
Intake Air IKN Mulai Menurun, Basuki Hadimuljono Siapkan Pompa Hadapi El Nino
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 21.33
BPBD Cilacap Salurkan 1,4 Juta Liter Air Bersih untuk 28 Ribu Jiwa
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.29
BMKG Beri Peringatan Daerah Potensi Kekeringan Parah Agustus 2026
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.16
BMKG Ingatkan El Nino Kuat di Jatim, Warga Diminta Waspadai Karhutla hingga Awal 2027
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.40