Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Prioritaskan Pemulihan 333 Rumah Pascakonflik di Papua Pegunungan

Pemerintah Indonesia memprioritaskan pemulihan pascakonflik sosial di Provinsi Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Jayawijaya dan Lanny Jaya. Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan komitmen untuk mempercepat pembangunan kembali 333 unit rumah warga dan fasilitas umum yang rusak akibat bentrokan antargolompok. Presiden telah menyalurkan anggaran mitigasi bencana secara signifikan untuk mendukung upaya ini. Djamari menekankan pentingnya kecepatan penanganan agar warga tidak perlu menunggu lama, serta memastikan adanya penanggung jawab yang jelas di setiap unsur pelaksana untuk menghindari tumpang tindih antarlembaga. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan dilakukan bersama Menteri Sekretaris Negara untuk pembagian tugas yang spesifik.

Di sisi lain, Menko PMK Pratikno menekankan bahwa pemulihan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memerlukan pendekatan kultural untuk menyelesaikan akar masalah dan mencegah konflik berulang. Ia menegaskan pentingnya pendataan yang akurat agar proses verifikasi anggaran dan pelaksanaan pembangunan tidak terhambat. Konflik sosial yang terjadi pada Mei 2026 di Wamena melibatkan kelompok masyarakat Lani, Yali, dan warga Lanny Jaya, yang dipicu oleh insiden kecelakaan lalu lintas dan kasus pembunuhan yang kemudian meluas menjadi kerusuhan. Berdasarkan data Polda Papua, 874 warga sempat mengungsi akibat kejadian tersebut. Meskipun proses perdamaian adat telah dilakukan melalui prosesi tradisional, pemerintah tetap memprioritaskan pemulihan fisik dan sosial ekonomi bagi para korban.

Berita terkait