Pemerintah RI Wajib Tahu, Sekarang Investor Kakap Sukanya Begini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia menghadapi pekerjaan rumah besar dalam mewujudkan minat investor menjadi realisasi investasi nyata. Menurut Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Ma'ruf Maulana, Indonesia tidak kekurangan minat investor karena memiliki pasar domestik besar, bonus demografi, dan kekayaan sumber daya alam. Namun, banyak proyek belum masuk tahap pembangunan akibat berbagai hambatan di lapangan.
Cara investor global mengambil keputusan kini telah berubah. Investor tidak lagi hanya mempertimbangkan pasar dan sumber daya alam, tetapi juga menilai kecepatan kepastian berusaha. Investor memandang Indonesia sebagai satu kesatuan, bukan berdasarkan pembagian kewenangan antar kementerian atau lembaga. Oleh karena itu, penyelesaian hambatan investasi harus dilakukan secara terpadu.
Realisasi investasi masih terkendala beberapa bottleneck, antara lain sinkronisasi tata ruang dan pertanahan, proses perizinan yang melibatkan banyak instansi, kepastian pasokan listrik dan gas, persetujuan lingkungan hidup, serta pembangunan akses infrastruktur. Hambatan ini memperpanjang waktu realisasi, meningkatkan biaya usaha, dan mengurangi daya saing Indonesia. HKI berharap dapat menyampaikan rekomendasi langsung kepada Presiden berdasarkan pengalaman pengelola kawasan industri di berbagai daerah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 10.16
Biar Investor Cepat Bangun Pabrik, HKI Bawa Jurus ke Prabowo
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 19.00
Pengusaha Kawasan Industri Surati Prabowo, Minta Bertemu Bahas Investasi
Berita terkait
Dorong Investasi, BNI Perkuat Digitalisasi Kawasan Industri
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.44
Prabowo: Menkeu Senyum Saya Aman, tapi Saya Umumkan Subsidi Mengkerut
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 14.55
Madura Siap-Siap Berubah Total, Proyek Besar Ini Mau Dibangun
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 13.50
Investor China, Korea hingga Jepang Berebut Masuk Madura, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.10