Pemerintah tambah anggaran Rp1,267 triliun untuk KIP Kuliah 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendapatkan penyesuaian pagu anggaran Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp66.440 triliun, termasuk tambahan anggaran Rp1.267 triliun khusus untuk beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Menurut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, tambahan anggaran ini bertujuan untuk memperkuat akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa melalui program KIP Kuliah. Pemerintah juga mengkaji opsi kebijakan untuk memperluas akses pendidikan tinggi, termasuk kemungkinan pembiayaan bagi perguruan tinggi negeri yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Komisi X DPR RI mendukung penyesuaian ini dan menyetujui usulan tambahan anggaran sebesar Rp16.525 triliun untuk pembahasan lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Perguruan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi, mengumumkan penambahan kuota penerima KIP Kuliah untuk tahun 2027. Awalnya, kuota ditentukan untuk 90.000 mahasiswa baru, namun setelah peninjauan dan dukungan dari Komisi X DPR RI, kuota ditambah menjadi 220.000 mahasiswa. Penambahan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi lebih banyak warga negara melalui dukungan keuangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 11.08
Fahira Idris Sampaikan 6 Catatan Penting soal KIP Kuliah untuk Mendiktisaintek Brian
JPNN.com · 20 September 2026 pukul 16.08
Kemdiktisaintek bersama LPDP Bahas Penambahan Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis & Dana Riset
Berita terkait
UAD Salurkan Rp17,7 Miliar untuk 10 Skema Beasiswa bagi Mahasiswa Baru
kumparan · 18 September 2026 pukul 16.01
Perluas Akses Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek Luncurkan SatuBeasiswa Indonesia
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 19.22
Kemdiktisaintek Pastikan Perubahan Desil tak Gugurkan Status KIP Kuliah
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 16.53
Kemdiktisaintek luncurkan layanan Satu Beasiswa, cegah duplikasi data
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 12.19