Pemerintah Tingkatkan Pasokan Asam Sulfat untuk Produksi Pupuk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah melalui Petrokimia Gresik meningkatkan pasokan asam sulfat dari dalam negeri untuk mendukung produksi pupek bersubsidi. Stok pupek yang disiapkan mencapai 219.648 ton untuk mengawal musim tanam. Asam sulfat menjadi bahan baku penting dalam produksi pupek seperti NPK, SP-36, dan ZA.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyatakan bahwa kepastian pasokan asam sulfat krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi pupek nasional. Perusahaan telah menjalin kerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) terkait penyediaan asam sulfat dari PTFI Smelting untuk periode 2026-2028. Dengan beroperasinya Smelter Manyar PTFI, kedua perusahaan membahas peluang penambahan pasokan secara bertahap.
Penguatan sumber bahan baku domestik bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan global yang rentan terhadap gangguan akibat dinamika geopolitik dan perubahan perdagangan internasional. Kerja sama ini juga memperlihatkan keterkaitan antara industri hilirisasi mineral dan sektor pertanian, di mana produk hasil pengolahan mineral dalam negeri dapat mendukung kebutuhan industri pupek.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 18.16
Petrokimia Gresik-PTFI Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk dari Smelter Manyar
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 17.50
Pasokan Asam Sulfat Dalam Negeri Diperkuat demi Menjaga Produksi Pupuk
Berita terkait
Petrokimia Gresik Genjot Bawang Merah Nganjuk, Produktivitas Naik hingga 12%
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 18.06
Pestani Bawang Merah Nyawiji Dongkrak Produksi Bawang Merah Unggulan Nganjuk
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 14.25
Petrokimia Gresik Bantu Petani Nganjuk Tingkatkan Hasil Panen Bawang Merah
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 10.13
Kementerian ESDM: Mandatori BBM E20 Bergantung pada Kesiapan Bahan Baku
JawaPos · 3 September 2026 pukul 14.01