Kementerian ESDM: Mandatori BBM E20 Bergantung pada Kesiapan Bahan Baku
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM menyatakan penerapan mandatori BBM E20 (bioetanol 20 persen) masih bergantung pada kesiapan bahan baku dan persiapan teknis. Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menekankan bahwa pemerintah harus memastikan ketersediaan bahan baku terlebih dahulu sebelum menetapkan tingkat pencampuran. Untuk sektor non-PSO, diperkirakan membutuhkan 20 pabrik bioetanol dengan kapasitas minimal 40.000 kiloliter per tahun. Pemerintah sedang membahas revisi Perpres 40 untuk gula dan bioetanol serta menyiapkan tiga Harga Indeks Pasar (HIP) berbasis molasses, singkong, dan jagung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 3 September 2026 pukul 13.52
Kementerian ESDM Mulai Kajian Teknis Bioetanol 20%, Bahas Harga hingga Volume
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 19.57
E20 Mau Diterapkan, Tapi Feedstock Masih Dicari
Berita terkait
Blak-blakan Pertamina NRE soal Upaya Percepatan Pengembangan EBT
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 13.31
Pertamina Patra Niaga Prediksi Konsumsi BBM Capai 88 Juta KL pada 2026
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.03
Pertamina NRE Prediksi Konsumsi BBM Capai 88 Juta KL pada 2026
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.03
Sektor Petrokimia Tertekan Impor, Industri Plastik Hadapi Ancaman Produk China
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 20.50