Pemilik Rumah Mulai Nyerah-Tak Kuat Lanjut Bayar Cicilan, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemilik rumah mulai menyerah-tak kuat lanjut bayar cicilan KPR komersial akibat kenaikan cicilan mendadak setelah masa bunga tetap berakhir. Syawali Pratama ASPRUMNAS menjelaskan cicilan floating awal Rp3-4 juta tiba-tiba jadi Rp10 juta per bulan, memicu pilihan take over rumah. Bedanya KPR subsidi memiliki angsuran tetap selama 15-20 tahun, sementara KPR komersial tergantung suku bunga bank yang berubah-ubah. Fenomena ini tidak baru, seperti lonjakan cicilan tahun 1998 saat dolar Rp16.000 dan bunga 60 persen. Tanpa intervensi pemerintah, konsumen rumah komersial berisiko terdampak drastis.
Bagikan
Berita terkait
Penjualan Mobil Listrik Melonjak 80%, Airlangga Pede Ekonomi RI Kuat
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 13.31
Muncul Fenomena Warga RI Lagi Rem Liburan ke Luar Negeri, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.30
Ekonomi Bali Triwulan II 2026 Tembus 5,78 Persen, Daya Beli Terjaga
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 20.36
Pasokan Berkurang, Harga Sejumlah Komoditas Pasar Induk Cibitung Naik
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.35