Muncul Fenomena Warga RI Lagi Rem Liburan ke Luar Negeri, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Daya beli masyarakat Indonesia melemah akibat kenaikan harga tiket, bahan baku, banyaknya lay-off, serta penurunan nilai saham dan harga emas. Hal ini membuat sebagian warga lebih berhati-hati dalam mengalokasikan pengeluaran untuk perjalanan. Namun, konsumen berkelas menengah-atas masih dapat mempertahankan anggaran perjalanan. Data Bank Indonesia menunjukkan pelawat ke luar negeri turun menjadi 1,96 juta orang pada KQ-II-2026 dari 2,5 juta orang pada KQ-I-2026, sementara pelawar masuk meningkat menjadi 4,01 juta orang dari 3,43 juta orang. Meski turun, industri travel masih ada peluang pemulihan, seperti yang terlihat dari hasil Astindo Travel Fair 2023 yang naik 40% dibanding tahun lalu. Surplus jasa perjalanan tetap mencatatkan US$606 juta pada KQ-II-2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 18.34
Airlangga Ungkap Biaya Perjalanan Wisatawan RI ke Luar Negeri Capai 6,7 Miliar Dolar AS
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 09.58
MTQ VIII KORPRI Resmi Dibuka, Walkot Makassar Soroti Dampak Ekonomi
Berita terkait
Bukan Olahraga Murah: Cuan Besar di Balik Lari
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 14.08
Viral Mahasiswa Moshing di Pendopo ISI Solo, Pihak Kampus Klarifikasi
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 11.34
Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Anda Termasuk?
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 17.45
Bukan Rp 5 Juta, Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp 3 juta
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 05.55