Pemimpin Makan Paling Akhir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Simon Sinek dalam bukunya "Leaders Eat Last" menjelaskan prinsip kepemimpinan di mana pemimpin harus mengorbankan kepentingan diri untuk melindungi timnya dan menikmati kesuksesan paling terakhir. Konsep ini menekankan bahwa pemimpin berada di garis depan saat bahaya dan memastikan kesejahteraan timnya terlebih dahulu.
Artikel menghubungkan prinsip ini dengan Sirah Nabawiyah, yang mengajarkan hal serupa sejak empat belas abad lalu melalui teladan Rasulullah. Kita diingatkan untuk membaca sirah dan sejarah bukan sekadar membaca, tetapi untuk mengambil pelajaran (ibrah) yang dapat menjadi jembatan (ma'bar) menghubungkan masa lalu dengan masa kini dan masa depan.
Hal ini sejalan dengan ajaran dalam Surat Yusuf ayat 111, yang menekankan pentingnya memetik ibrah dari kisah-kisah masa lalu. Dengan demikian, framework membaca sejarah membantu kita memahami pola kehidupan dan merekayasa masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Belajar dari Churchill dan Gandhi, Saat Kepercayaan Jadi Kekuatan
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 22.19
PDIP Ingatkan Muktamar NU Fokus pada Isu Umat, Bukan Rebutan Kepemimpinan
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 21.14
Jelang Muktamar ke-35, Ini Daftar Ketum PBNU dari Masa ke Masa
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 20.07
Sambut Abad ke-2 NU dengan Optimisme, Gus Hayid Luncurkan Buku 3 Jilid
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 06.35