Pemimpin Memberikan Rasa Aman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fathul Makkah terjadi pada Ramadan ke-8 Hijriah setelah pengkhianatan Quraisy terhadap Perjanjian Hudaibiyah. Quraisy memberikan bantuan militer kepada Bani Bakr untuk menyerang Bani Khuza'ah, menimbulkan korban jiwa. Rasulullah membebaskan Makkah damai tanpaPertumpahan Darah. Saat memasuki Kota Makkah, Rasulullah menyatakan: "Sesiapa yang masuk Masjid al-Haram, maka dia aman. Sesiapa yang masuk ke rumahnya, maka dia aman. Sesiapa yang masuk ke rumah Abu Sofyan, maka dia aman." Abu Sofyan, pemimpin Quraisy yang baru masuk Islam, menjadi fokus dakwah untuk memperkuat keputusannya. Rasa aman diberikan sebagai strategi kepemimpinan, mengingat konteks pengkhianatan dan intimidasi sebelumnya. Penduduk Makkah kemudian banyak yang menikmati Islam bersama Abu Sofyan.
Bagikan
Berita terkait
Partai Ummat Gelar Diskusi Bulanan, Ajak Media Massa dan Para Tokoh Bertukar Pikiran
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 19.37
Maulid Nabi 2026: Sejarah, Dalil, dan Hukum Memperingatinya dalam Islam
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 05.15
Seperti Apa Wajah dan Fisik Nabi Muhammad SAW? Ini Kesaksian Ali bin ABi Thalib dan Anas bin Malik
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 11.45
Mengapa Umat Islam Perlu Mempelajari Sirah Nabawiyah? Ini 8 Keutamaannya
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 09.32