Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemimpin Memberikan Rasa Aman

Fathul Makkah terjadi pada Ramadan ke-8 Hijriah setelah pengkhianatan Quraisy terhadap Perjanjian Hudaibiyah. Quraisy memberikan bantuan militer kepada Bani Bakr untuk menyerang Bani Khuza'ah, menimbulkan korban jiwa. Rasulullah membebaskan Makkah damai tanpaPertumpahan Darah. Saat memasuki Kota Makkah, Rasulullah menyatakan: "Sesiapa yang masuk Masjid al-Haram, maka dia aman. Sesiapa yang masuk ke rumahnya, maka dia aman. Sesiapa yang masuk ke rumah Abu Sofyan, maka dia aman." Abu Sofyan, pemimpin Quraisy yang baru masuk Islam, menjadi fokus dakwah untuk memperkuat keputusannya. Rasa aman diberikan sebagai strategi kepemimpinan, mengingat konteks pengkhianatan dan intimidasi sebelumnya. Penduduk Makkah kemudian banyak yang menikmati Islam bersama Abu Sofyan.

Berita terkait