Pemprov Jabar Dukung MMS Jadi Ruang Silaturahmi & Gagasan Tokoh Sunda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan terhadap Majelis Musyawarah Sunda (MMS) sebagai ruang silaturahmi dan wadah tukar gagasan tokoh Sunda. Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Herman Suryatman menyampaikan hal itu dalam keterangan Selasa (11/8/2026), usai menghadiri Pertemuan MMS di Gedung Imeri FKUI, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026). Ia menegaskan pembangunan Jabar membutuhkan kolaborasi serta sumbangan pemikiran, kritik, dan saran dari tokoh-tokoh yang tergabung di MMS untuk meningkatkan kinerja pembangunan. MMS diharapkan menjadi mitra strategis dalam memberi masukan agar kebijakan dan program pembangunan terus ditingkatkan, dengan tujuan akhir mewujudkan "Jabar Istimewa". Herman menekankan cita-cita itu tidak bisa dicapai pemerintah sendiri, melainkan butuh semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat. Ia pun meminta para tokoh Sunda tidak berhenti memberikan kritik dan saran konstruktif. Dukungan ini dinilai penting karena MMS menghimpun tokoh Sunda dari berbagai bidang yang berpengalaman di tingkat daerah maupun nasional. Pertemuan MMS di Jakarta merupakan bagian dari rangkaian Milangkala Kadua sekaligus ruang silaturahmi tokoh Sunda dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, pemerintahan, budayawan, profesional, hingga elemen masyarakat. Sepanjang perjalanannya, MMS mengembangkan forum diskusi mengenai kebudayaan, sosial, lingkungan, ekonomi, hingga kebangsaan. Jakarta dipilih karena banyak tokoh Sunda berkiprah di tingkat nasional.
Bagikan
Berita terkait
Sarmuji Beberkan Isi Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Pendukung Pemerintah: Diskusi Refleksi Jelang 1
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 21.46
Sekjen Golkar Ungkap Isi Pertemuan Para Sekjen Koalisi: Ada Obrolan Politik
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.08
Sikap PDIP Soal Pertemuan Para Sekjen Parpol Koalisi di Rumah Sugiono
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.47
Sekjen NasDem Ungkap Isi Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi: Diskusi Kebangsaan
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 19.15