Pemprov Jateng Hidupkan Lahan Tidur 12 Tahun Lewat Program Revola
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Program Revola Jateng Optimis untuk menghidupkan kembali lahan tidur yang telah lama tidak digarap. Salah satu lokasinya berada di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, di mana Gubernur Ahmad Luthfi secara resmi memfungsikan lahan seluas 10 hektare yang sebelumnya merupakan lahan bekas tanaman teh. Lahan tersebut kini ditanami kopi, alpukat, hortikultura, padi, serta dikelola untuk perikanan, peternakan ayam, dan kambing menggunakan konsep integrated smart farming yang dikelola oleh petani milenial.
Program ini tidak hanya bertujuan memulihkan lahan, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat dan mendukung ketahanan pangan. Gubernur Luthfi berharap program ini dapat direplikasi di seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, karena dianggap masih banyak lahan tidur yang berpotensi dioptimalkan. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan menjadi model pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan.
Masyarakat Desa Susukan yang diwakili Kepala Desa Hasyim Abdullah menyatakan antusiasme tinggi terhadap program ini. Hasil pertanian dan peternakan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi maupun dijual, sementara tanaman kopi dan alpukat juga berperan dalam konservasi lahan. Petani muda seperti Nur Fauzi turun langsung mengelola lahan dan memanfaatkan teknologi smart farming seperti drone dan sistem irigasi otomatis.
Bagikan
Berita terkait
DPRD Jateng Dorong Revolusi Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.16
BULOG & Komisi IV DPR RI Sidak Pasar Induk Cipinang, Stok Berlimpah, Harga Aman
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 13.09
BULOG dan Komisi IV DPR RI Sidak Pasar Induk Cipinang, Stok Berlimpah dan Harga Terkendali
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 12.31
Petinggi Bulog Ungkap Stok Beras hingga Akhir Tahun
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 23.00