Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan Hemat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan PT Semen Indonesia menguji penggunaan bata interlock dalam pembangunan rumah bantuan. Uji coba dilakukan di Desa Jaten, Wonogiri, dengan membangun rumah seluas 30 meter persegi yang selesai dalam waktu sekitar satu setengah bulan. Biaya pembangunan hanya sekitar Rp 60 juta, jauh lebih hemat dibandingkan metode konvensional yang diperkirakan mencapai Rp 90 juta.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menjelaskan bahwa efisiensi biaya dan waktu menjadi alasan utama penggunaan teknologi ini. Saat ini, uji coba baru diterapkan pada dua rumah, dan hasilnya akan dievaluasi sebelum diperluas ke daerah lain. Pemprov Jateng berharap inovasi ini dapat direplikasi oleh pemerintah lain untuk membantu masyarakat memiliki rumah layak huni.
Program ini merupakan bagian dari upaya penanganan perumahan di Jawa Tengah. Pada tahun 2026, APBD dialokasikan untuk meningkatkan kualitas 5.111 rumah tidak layak huni dan membangun 120 unit rumah baru, termasuk 235 unit perbaikan dan 20 unit pembangunan baru di Wonogiri. Salah satu penerima manfaat, Isnano Dalhari Nuryanto, mengungkapkan kelegaannya memiliki rumah yang layak setelah sebelumnya menumpang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.23
Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan Hemat
Berita terkait
SIG Hadirkan Solusi Bata Interlock Presisi untuk Percepat Akses Hunian Layak dan Terjangkau
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 16.37
Stok Pupuk Kaltim Capai 293 Ribu Ton, Cukup Sambut Masa Tanam
kumparan · 26 September 2026 pukul 13.30
Pemprov Jateng Menggelar Nobar Timnas Indonesia di Kantor Gubernur
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 17.05
Anggaran Perumahan Terbatas, Maruarar Ungkap Sokongan Dana Rp180 Triliun di Luar APBN
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 19.58