Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Pendidikan Gratis dan Relevansinya Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan gratis dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi negeri (PTN). Hal ini disampaikan dalam pidatonya pada perayaan Hari Ulang Tahun Ke-28 PAN di Jakarta pada 18 September 2024, dan diikuti dengan rapat terbatas di Istana Merdeka pada 23 September 2024 untuk membahas strategi implementasinya. Program ini diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap sebagai langkah awal mewujudkan target Indonesia Emas 2045.

Anggaran pendidikan gratis menjadi salah satu tantangan utama. Komisi X DPR menaksir kebutuhan anggaran sebesar Rp 393,7 triliun, dengan alokasi Rp 93,7 triliun untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) yang akan menampung sekitar 2,83 juta mahasiswa, dan sisanya untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Selain biaya, tantangan lain meliputi peningkatan kualitas belajar, kekurangan guru (464.856 orang), dan kesenjangan infrastruktur seperti 196.022 sekolah rusak hingga 2026.

Kekurangan guru menjadi isu kritis, dengan data menunjukkan 224.545 posisi kosong. Menarik, dari lebih dari satu juta sarjana penganggur, 71.000 di antaranya adalah lulusan program pendidikan yang belum dimasukkan ke dalam sistem. Pemerintah dan DPR sedang membahas perbaikan status kepegawaian dan kesejahteraan guru. Di sisi lain, transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru menguasai teknologi, sehingga program seperti Digital Talent Scholarship (DTS) dari Kementerian Komunikasi dan Digital perlu diperluas untuk mendukung kompetensi guru agar pendidikan gratis memberikan nilai tambah yang optimal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait