Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Pendiri Minta Maaf soal Dugaan Pelecehan Seks dan Perundungan di ICM

Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM), Tamsil Linrung, meminta maaf secara tulus kepada siswa dan keluarga yang terdampak kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan (bullying) di sekolah asrama. Dalam keterangan tertulis di Instagram, Tamsil menyatakan tidak ada alasan yang bisa membenarkan seorang anak pulang dari sekolah dengan luka fisik maupun psikis, dan menegaskan komitmen ICM untuk memberikan perlindungan serta pemulihan penuh kepada korban. Ia juga menegaskan tidak ada intervensi dari pihak sekolah atau yayasan dalam proses hukum yang sedang berjalan, dan menjamin perlakuan yang setara bagi seluruh siswa tanpa memandang latar belakang keluarga.

ICM telah mengambil langkah-langkah konkret dalam penanganan kasus ini, termasuk melakukan pemeriksaan internal, memberikan sanksi kepada siswa dan pembina yang terkait, memfasilitasi pertemuan antarorang tua, dan melaporkan kejadian kepada Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Pihak sekolah juga menonaktifkan seorang guru Sekolah Dasar secara administratif sejak 25 Agustus 2026 setelah menerima laporan dugaan pelecehan seksual terhadap murid pada 24 Agustus 2026. ICM menekankan bahwa langkah ini hanyalah langkah kehati-hatian dan tidak mengakibatkan kesimpulan hukum terhadap guru tersebut.

Tamsil menjelaskan bahwa ICM akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh sistem, langkah mitigasi dalam pembelajaran bimbingan, dan menyediakan layanan ruang aman bagi siswa untuk bersuara. Ia juga mengajak orang tua untuk tidak langsung percaya, tetapi melihat dan mengawasi langsung perbaikan yang dilakukan sekolah. ICM telah membentuk forum pengawasan bersama yang melibatkan orang tua dan pemerintah untuk perlindungan anak, dan menegaskan bahwa semua siswa memiliki hak untuk merasa aman dan bisa bersuara di lingkungan sekolah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait