Peneliti Rusia Tewas Imbas Pneumonia Misterius, Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Kesehatan RI meningkatkan kewaspadaan setelah kematian Darya Shipilova (28), staf laboratorium di Rusia, akibat pneumonia misterius. Shipilova meninggal 2 Oktober 2026 setelah terjadi kecelakaan laboratorium pada 25 September, diduga pecah tabung reaksi Yersinia Pestis (bakteri plague). Kasus ini memicu rumor wabah Black Death. Hingga 5 Oktober 2026, belum ada notifikasi khusus WHO melalui IHR NFP atau EIS. Kemenkes memantau situasi dengan meningkatkan pengawasan di RS, lab, dan pelabuhan internasional Bali. Penggunaan All Indonesia-Satua Sehat Health Pass (SSHP) dilakukan untuk deklarasi kesehatan pelaku perjalanan, deteksi gejala (demam, batuk, sesak napas), serta surveilans tikus dan pinjal di pintu masuk. Jika ditemukan gejala, petugas akan merujuk ke pemeriksaan lanjutan. Kemenkes menekankan pentingnya memantau situasi resmi serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mempertahankan imunitas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 5 Oktober 2026 pukul 19.41
Kemenkes tingkatkan kesiapsiagaan respons insiden lab wabah di Russia
Berita terkait
Di Depan Prabowo, Putin Ungkap Perdagangan RI-Rusia Naik 12%
Detik.com · 3 September 2026 pukul 11.56
Diundang Khusus Putin, Prabowo Bertolak ke Rusia Hadiri EEF ke-11
VOI · 2 September 2026 pukul 07.15
Rusia Siap Bantu Indonesia Kirim Astronaut ke Antariksa
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 08.06
Kemajuan Penetrasi Internet Dorong Berkembangnya Bank Digital di Indonesia
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 21.00